Jumat, 30 Oktober 2015

BAB 8

BAB 8
INFORMASI SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PENTING PENENTU KEBERHASILAN
Pada tahun 1961, D. Ronald Daniel dari Mickey & Company memeperkenalkan istilah CSF (critical success factor) atau faktor penting penentu keberhasilan.
Dalam industri asuransi, CSF diidentifikasi sebagai pengembangan personal manajemen agen, pengendalian personal administrasi, dan inovasi dalam rangka menciptakan produk – produk yang baru.
SISTEM PEMPROSESAN TRANSAKSI
Digunakan untuk menjelaskan sistem informas yang mengumpulkan data yang menguraikan aktivitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang ada dalam perusahaan maupun diluar perusahaan.
Figur 8.1 adalah sebuah sistem pemrosesan transaksi

TINJAUAN SISTEM DATA
Unsur-unsur yang lingkungan meliputi pelanggan, pemasok, ruang persediaan bahan baku, dan manajemen, arus data menghubungkan perusahaa dengan pelanggannya.
Figur 8.2 adalah diagram Konteks Sistem Distribusi          
SUBSISTEM  - SUBSITEM  UTAMA DARI SISTEM DISTRIBUSI
Maksudnya adalah Subsitem ditentukan melalui kotak kotak tegak yang diberikan nomor pada figur 8.3 subsistem pertama berhubungan dengan pemenuhan pemesanan pelanggan, yang kedua dengan pemesanan penggantian persediaan daripemasok, dan yang ketiga adalah dengan pemeliharaan buku besar perusahaan.
SISTEM YANG MEMENUHI PESANAN PELANGGAN
  1. Sistem entri pesanan (Order entry system) memasukan pesanan pelanggan kedalam sistem.
  2. Sistem persediaan ( Inventory system) memelihara catatan persediaan.
  3. Sistem penagihan ( Billing system) membuat faktur pelanggan.
  4. Sistem piutang dagang (account recievable system) menagih uang dari pelanggan.
Figur 8.4 adalah perluasan dari sistem Nomor 1
Sistem yang Memesan Persediaan Pengganti
Sistem Pembelian (purchasing system) menerbitkan pesanan pembelian kepada pemasok untuk persediaan yang dibutuhkan. Sistem penerimaan (receiving system) menerima persediaan, dan sistem utang dagang (accounts payable system) melakukan pembayaran.
Figur 8.5 digaram Nomor 2 Sistem yang Memesan Persediaan Pengganti 
Sistem yang Menjalankan Proses Buku Besar   
Sistem buku besar (general ledger system) adalah sistem akuntansi yang menggabungkan data dari sistem-sistem akuntansi yang lain dengan tujuan untuk menyajikan gambaran keuangan operasi perusahaan secara gabungan. File yang membuat data akuntansi yang telah digabungkan itu adalah buku besar (general ledger).
Terdapat dua subsistem yang terkait, yaitu :
  1. Sistem memperbarui buku besar (update general ledger system) akan membukukan catatan-catatan yang menguraikan berbagai tindakan dan transaksi ke dalam buku besar.
  2. Sistem pembuatan laporan manajemen (prepare management report system) menggunakan isi buku besar untuk membuat neraca dan laporan laba rugi serta laporan lainnya
Menempatkan Sistem Pemrosesan Transaksi dalam Perspektif
Bukanlah suatu kebetulan bahwa sistem pemrosesan transaksi adalah sistem informasi pertama yang terkomputerisasi. Selain sebagai area aplikasi yang paling dapat dipahami, sistem ini juga berperan sebagai fondasi dari semua aplikasi yang lain. Fondasi ini mengambil bentuk basis data, yang mendokumentasikan semua hal yang penting yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan operasinya dan berinteraksi dengan lingkungan.                           
SISTEM INFORMASI ORGANISASI
Area-area bisnis perusahaan keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi manufaktur dan dan pemasaran, mengggunakan basis data yang di prosuksi oleh sistem pemprosesan transaksi ditambah data sari sumber-sumber yang lain, untuk menghasilkan informasi yang digunakan oleh para manajer dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah.
SISTEM INFORMASI PEMASARAN
Adalah memberikan informasi yang berhubungan dengan aktifitas pemasaran perusahaan, terdiri dari model bauran pemasaran input dan output yang terhubung oleh sebuah basis data.
subsistem input : setiap subsistem output memberikan informasi mengenai unsur-unsur penting dalam bauran pemasaran.
  1. bauran pemasaran (marketing mix)
  2. subsistem produk (product subsystem)
  3. subsistem lokasi (place subsystem)
  4. subsistem promosi (promotion subsystem)
  5. subsistem harga (price subsystem)
  6. subsistem bauran integrasi (intregrated-mix subsystem)
subsistem input : seperti figur 8.7, sistem pemprosesan transaksi (transaction processing system) adalah mengumpulkan data dari sumber-sumber internal dan lingkungan lalu memasukkannya kedalam basis data.
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA dan manufaktur
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA (human resources information subsystem) : memberikan informasi kepada manajer perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan .
SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR (manufacturing information subsystem) :  memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan aktifitas keuangan  operasi manufaktur perusahaan .
SISTEM INFORMASI KEUANGAN
SISTEM INFORMASI KEUANGAN (financial information subsystem) : memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan aktifitas keuangan perusahaan. 
Manajemen Hubungan Pelanggan
Manajemen Hubungan Pelanggan (customer relationship management-CMR) adalah
manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini. Strategi ini menyadari bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah suatu strategi yang bagus, karena mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya akan lebih murah daripada mendapatkan pelanggan baru oleh karena itu, perusahaan melakukan upaya-upaya untuk memahami para pelanggannya sehingga kebutuhan mereka akan dapat dipenuhi dan mereka akan tetap setia kepada perusahaan.
DATA WAREHOUSING
Karakteristik Data Warehouse
Istilah data warehouse (gudang data) telah diberikan untuk menjelaskan penyimpanan data yang dimiliki karakteristik sebagai berikut:
       Kapasitas penyimpanannya sangat besar
       Data diakumulasikan dengan menambahkan catatan-catatan baru, bukannya dijaga tetap paling mutakhir dengan memperbarui catatan-catatanyang sudah ada dengan informasi yang baru
       Data dapat diambil dengan mudah
       Data sepenuhnya digunakan untuk pengambilan keputusan, dan tidak digunakan dalam operasi perusahaan sehari-hari
Bagaimana Data Disimpan dalam Tempat Penyimpanan GUDANG Data
                Seluruh data mengenai sebjek tertentu disimpan bersama dalam satu lokasi, yang biasanya berbentuk sebuah tabel. Data tersebut meliputi data pengidentifikasian (seperti nomor pelanggan), data deskriptif (seperti nama pelanggan), dan data kuantitatif (seperti penjualan bilan ini). Dalam tempat penyimpanan data warehouse,  terdapat dua jenis tabel yang disimpan dalam tabel-tabel tepisah. Tabel data akan digabung untuk menghasilkan suatu paket informasi.
       Tabel dimensi
       Tabel fakta
       Paket informasi
       Skema bintang
PENYAMPAIAN INFORMASI dan olap
Penyampaian informasi
       Unsur terakhir dalam sistem data warehousing adalah sistem penyampaian informasi, yang mendapatkan data dari tempat penyimpanan data, mengubahnya menjadi informasi, dan menjadikan informasi tersebut tersedia bagi para pengguna.
OLAP
       Adalah egala jenis peranti lunak dapat digunakan untuk menarikdata dari tempat pnyimpanan data dan mengubahnya menjadi informasi. Pembuat laporan, paket query basis data, dan model-model matematis semuanya dapat digunakan.
       Terdapat dua pendekatan untuk OLAP:
  1.  ROLAP(Reltional on-line analitycal processing) menggunakan suatu sistem manajemen basis data relasional standar
  2. MOLAP (multidimensional on-line analitycal processing) menggunakan suatu sistem manajemen basis data khusus multidimensional.
DATA MINING (PENAMBANGAN DATA)
                Data mining adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui oleh pengguna. Data mining membantu pengguna dengan menemukan hubungan dan menyajikan dengan cara yang dapat di pahami sehingga hubungan tersebut dapat menjadi dasar pengambilan keputusan. Terdapat dua cara dasar melakukan data mining :
  1. Verifikasi Hipotesis  : mengasumsikan bahwa sebuah bank telah memutus untuk menawarkan reksa dana kepada para nasabahnya.
  2. Penemuan Pengetahuan : sistem data warehousing menganalisis tempat penyimpanan datra warehousing, mencari-kelompok-kelompok dengan karakteristik yang sama.
MENEMPATKAN DATA WAREHOUSING DALAM PERSPEKTIF
                Kebutuhan akan data warehousing selalu ada sejak dulu, namun teknologi informasi yang dibutuhkan untuk mendukungnya baru tersedia dan terjangkau belakangan ini. Ketika teknologi mampu mengejar permintan, beberapa pencapaian yang dramatispun berhasil dilakukan, seperti cara baru penyimpanan data dalam paket-paket informasi, yang mmemungkunkan dilakukannya analisis data dengan cara yang praktistak terbatas, dan OAP yang memungkinkan dambilnya data dengan cepat.

Rabu, 21 Oktober 2015

Resume



RESUME
SISTEM MANAJEMEN INFORMASI
NAMA: ZAKI AL MUTAHAR
KELAS: 2DB04
NPM : 3D114119

Pendekatan sistem terdiri atas tiga fase upaya: persiapan, definisi, dan solusi. upaya persiapan termasuk melihat perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan, dan mengidentifikasi subsistem - subsistem perusahaan. upaya solusi meliput pengidentifikasian solusi-solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih solusi yang terbaik, mengimplemasikannya, dan melakukan penindaklanjutkan untuk memastikan keefektifannya.
  sejumlah metologi SDLC telah mengalami evo, dengan siklus tradisional, prototyping, RAD, dan pengembangan berfase yang menarik lebih banyak perhatian. pendekatan SDLC tradisional, yang juga disebut pendekatan air terjun, Dalam Prototyping, satu sistem uji coba dikembangkan dengan cepat dan disajikan kepada pengguna untuk ditinjau.
ketika prototipe menjadi sistem produksi, maka disebut sebagai protitipe evolusioner (evolutionary prototype). ketika protitipe digunakan sebagai cetak biru untuk proyek pengembangan yang lain, maka disebut sebagai protitipe persyaratan (requirement prototype). pengembangan aplikasi cepat (rapid application develoment-RAD) menekankan pada tingkat keterlibatan pengguna yang tinggi dan penggunaan alat-alat pengembangan berbasis komputer.
setelah sistem dipergunakan dan terdapat kebutuhan untuk mengembangkannya kembali dengan mempergunakan teknologi modern, suatu metodologi yang disebut desain ulang proses bisnis (business prcess redesign) akan dapat dijalankan. Rekayasa terbaik (reverse engineering) dapat diterapkan pada sistem yang warisan untuk menghasilkan dokumentasi yang dibutuhkan.
ketika sistem dikembangkan, proses,data,dan objek akan dibuat modelnya. alat pemodelan proses yang populer adalah pembuatan diagram arus data, yang mempergunakan simbol-simbol untuk proses dan unsur-unsur lingkungan yang dihubungkan oleh panah untuk menunjukan arus data.
Tingkat DFD yang tertinggi adalah diagram konteks (context diagam), diagram pada tingkat yang lebih rendah berikutnya adalah diagram nomor 0, dan diagram-diagram pada tingkat yang lebih rendah disebut diagram nomor n. DFDtidak begitu efektif untuk menunjukkan detail dan biasanya dilengkapi dengan alat pemodelan proses yang lain, seperti kasus penggunaan (use cases).
sejalan dengan pengembangan sistem informasi yang dilakukan oleh perusahaan, proyek-proyek akan dikelola oleh suatu hierarki manager yang dapat terdiri atas komite eksekutif, steering committee SIM, dan seorang manager proyek untuk setiap tim pengembangan. manajemen proyek dimulai dengan sebuah rencana, yang tentukan secara mendetail melalui grafik gantt dan mungkin dalam format ringkasan melalui diagram jaringan. secara bersekala disepanjang proyek, pimpinan proyek akan membuat laporan lisan maupun tulisan kepada steering committee SIM, menginformasikan kemajuan, masalah, dan rencana kepada para anggota .
 sebelum manajemen menberikan kata setuju untuk memulai suatu proyek sistem, mereka biasanya meminta agar biaya proyek diestimasi. data input digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan tidak hanya estimasi biaya, melaikan juga detail-detail pendukung seperti bagaimana estimasi delakukan, asumsi-asumsi , dan bagaimana varians biaya akan dikelola setelah proyek dijalankan.